News  

Wabup Garut Pantau Seleksi Kompetensi PPPK

KabarJawa.com — Wakil Bupati (Wabup) Garut, Helmi Budiman melakukan monitoring pelaksanaan Seleksi Kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Jabatan Fungsional Tenaga Teknis yang dilaksanakan di Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional III Bandung, Kota Bandung, Rabu (05/04). 

Dikutip dari laman resmi Pemkab Portal Jabar, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, menyampaikan bahwa kehadirannya untuk memberikan dukungan kepada 789 peserta kompetisi kompetensi PPPK dengan harapan para perserta dapat diberikan kemudahan dalam pelaksanaan testing tersebut.

"Jadi jangan lupa berdoa, jangan lupa juga menyiapkan ketenangan. Karena ketenangan itu adalah syarat mutlak keberhasilan, kudu tenang heula, tenangkan, tarik nafas, sudah berdoa, tenang hati, terbuka pikiran kita," ucapnya.

Ia juga berharap, para peserta dapat diberikan jalan yang terbaik untuk mengabdikan diri kepada bangsa, negara, dan juga kepada masyarakat.

"Saya kira selamat menjalankan ujian, wilujeung, mangga wilujeung, sing digampilkeun oge perjalannana oge sing disalametkeun dan jangan lupa sekarang kita sedang berpuasa dan mudah-mudahan ini mendapatkan pahala tersendiri bagi kita semua," ungkapnya.

Helmi Budiman mengucapkan terima kasih kepada Kepala BKN, yang telah memfasilitasi para peserta yang mengikut seleksi.

Wakil Kepala BKN RI, Supranawa Yusuf, menyampaikan bahwa sistem yang digunakan dalam seleksi kompetensi ini adalah dengan Computer Assisted Test atau CAT.

Dijelaskan, penggunaan sistem itu dibangun untuk menegakkan prinsip transparansi sehingga semua proses seleksi dapat direkam secara transparan.

"Mulai pendaftaran siapa yang memenuhi syarat siapa yang tidak, itu bisa diketahui oleh banyak orang oleh semua pihak, sampai di proses seleksinya pun juga sangat transparan mulai dari masuk kemudian sampai ade-ade mengerjakan soal kemudian nanti selesai pengumuman itu semuanya dilakukan secara transparan," tuturnya.

Ia juga memaparkan, nantinya para peserta dapat melihat secara langsung nilai yang akan muncul setelah menyelesaikan soal tes.

"Dengan demikian maka nilai berapapun yang adek-adek hasilkan itulah nilai real nilai sesungguhnya yang memang adek-adek peroleh, tidak ada yang bisa menambahkan, tidak ada yang bisa mengurangi," ucapnya.

Maka dari itu, lanjutnya, keberhasilan atau lulus tidaknya peserta sangat bergantung pada kemampuan dari peserta itu sendiri.