News  

Sultan HB X Mengajak Para Pj untuk Menimbang Ulang Keputusan Maju Pilkada

Foto: Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X

KabarJawa.com — Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X memberikan pesan kepada para penjabat (Pj) kepala daerah, baik wali kota maupun bupati, yang berniat maju dalam Pilkada 2024. Sultan menyarankan mereka untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

Selain itu, Sultan juga menyarankan para Pj untuk tidak terburu-buru dalam berkontestasi dalam Pilkada.

“Ya, dipertimbangkan saja, perlu atau tidak, momentumnya tepat atau tidak, yang penting itu,” kata Sultan saat diwawancarai oleh wartawan di kantornya, pada Kamis (2/5/2024).

“Saya menganggapnya bahwa sebaiknya kita menunggu saja, tidak perlu tergesa-gesa. Apapun alasannya,” ujar Sultan menambahkan.

Dikutip dari Detik.com, Sultan juga menegaskan bahwa ia tidak ingin memberikan imbauan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap netral dalam Pilkada yang akan datang. Menurut Sultan, Pilkada masih jauh sehingga tidak perlu memberikan imbauan sekarang.

“Masih lama Pilkada, masih terlalu jauh. Mungkin kita lupa, atau mungkin kita sengaja melupakannya,” tuturnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja telah mengumumkan peraturan pendaftaran Pilkada 2024. Salah satunya, ASN harus mundur jika ingin bertarung dalam Pilkada 2024.

Komisioner KPU Kota Jogja Divisi Teknis Penyelenggaraan, Erizal, menjelaskan bahwa mundurnya ASN menjadi syarat saat mendaftar ke KPU. Namun, saat masa penjaringan calon dari partai, hal ini belum masuk kewenangan KPU.

“Apakah seorang ASN boleh terus ikut penjaringan, belum ada keputusan dari KPU,” jelas Erizal saat dihubungi wartawan, pada Selasa (23/4).

“Dalam Undang-Undang nomor 10 tahun 2016, sudah diatur bahwa ASN harus mundur,” tambahnya.

Erizal juga menegaskan bahwa ASN tidak diizinkan untuk cuti dalam rangka mengikuti Pilkada. Bahkan ASN yang tengah menjabat sebagai penjabat (Pj) wali kota juga diwajibkan untuk mundur.

“Tidak ada yang namanya syarat calon seperti itu, bahkan ASN yang tengah menjabat sebagai penjabat (Pj) wali kota juga harus mundur,” tegasnya.