News  

Pemprov Jateng Distribusikan 100 Dosis Vaksin PMK di Salatiga

KabarJawa.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mendistribusikan vaksin Penyakit Kaki dan Mulut (PMK) untuk disuntikkan ke ternak pada sejumlah wilayah. 

Seperti yang dilakukan di tempat peternakan milik Kelompok Ternak Sri Mulih di kandang koloni Dusun Kradenan, Kelurahan Tingkir Lor,  Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jumat (24/6).

Ketua Kelompok Ternak Sri Mulih, Ahmad Solihun, terlihat semringah mengingat ternaknya baru saja mendapatkan vaksinasi.

“Kelompok Ternak Srimulih menyambut dengan senang sekali, karena ada perawatan dari Dinas Peternakan yang selalu memerhatikan peternakan,” pungkasnya.

Menurutnya, pemberian vaksinasi PMK adalah hal baik bagi ternaknya. Sebab, peternak tidak lagi diliputi kekhawatiran ternaknya akan terkena PMK.

“Kita resah dan waspada sebelumnya,” sambungnya.

Pihaknya juga berupaya melakukan perawatan ternak seperti menyemprot disinfektan ke kandang. Bahkan, satu bulan terakhir pemerintah setempat memberikan vitamin kepada hewan ternak. Adapun jumlah hewan ternak di kandang koloni 15 ekor sapi dan yang dirawat di kandang warga sebanyak 50 ekor.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga Henni Mulyani mengatakan, Kota Salatiga termasuk satu di antara delapan kabupaten/ kota yang mendapat vaksin darurat. Jumlah vaksin yang diterima pemerintah provinsi sekitar 1.500 vaksin.

“Salatiga mendapat satu botol untuk 100 ekor, atau 100 kali suntik. Satu kali suntiknya dua mililiter. Suntikan itu diberikan ke sapi sehat. Sebab sesuai SOP-nya, ternak yang mendapatkan vaksinasi harus ternak sehat. Oleh karenanya kita memilih Kecamatan Tingkir yang memang masih hijau, masih bersih,” kata Henni, di sela-sela vaksinasi PMK untuk ternak di areal peternakan milik Kelompok Ternak Srimulih.

Nantinya, imbuh Henni, Salatiga akan kembali mendapat vaksin untuk PMK sebanyak 55 botol untuk 5.500 ekor ternak. Vaksin itu akan segera disuntikkan secepatnya ke hewan ternak.

Dia mendata, di Kota Salatiga untuk hewan ternak yang kena PMK sebanyak 586 ekor. Dari jumlah itu, delapan ekor mati dan terdiri dari dua ekor indukan, satu ekor jantan, dan lima ekor pedhet.

“Penanganannya yang sakit otomatis harus diobati karena tidak bisa divaksin. Ketika pengobatan, maka itu menjadi tanggung jawab kabupaten/kota karena provinsi maupun pusat untuk pengobatan, sifatnya stimulan,” terangnya.

Hari ini, pihaknya juga meluncurkan mobil Unit Reaksi Cepat. Pihaknya berharap, warga yang mengenali mobil URC akan melaporkan ke petugas perihal ternaknya yang mengalami PMK.

Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi mengucapkan terima kasih kepada Gubernur atas distribusi vaksin ke Kota Salatiga.