News  

Organisasi Perempuan Diminta Gencar Kampanyekan Pencegahan Stunting

KabarJawa.com —  Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta organisasi perempuan, turut gencar melakukan sosialisasi mengenai stunting. Hal itu disampaikan wagub, saat membuka Rapat Koordinasi Penurunan Stunting 17 Kabupaten/Kota bersama Mitra Muslimat dan Aisyiyah Jateng, di Hotel Novotel Semarang, Senin (20/03).

Disampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki beberapa program terkait pencegahan stunting dii antaranya Jo Kawin Bocah dan Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5NG). Wagub berharap, agar program-program tersebut dikampanyekan kepada remaja dan ibu hamil.

“Edukasi-edukasi ini kita harap, kita bisa nyengkuyung (gotong royong). Sudah banyak pihak yang membantu. Namun kita perlu dimasifkan lagi. Kita songsong 2045 Indonesia Emas, untuk menjadi generasi sehat,” ucap Gus Yasin.

Wagub memberikan penilaian masalah stunting yang harus dicegah sejak remaja. Dengan memperhatikan beberapa persoalan seperti pernikahan dini, kesadaran akan kesehatan, hingga pemenuhan asupan gizi yang cukup, perlu menjadi perhatian bersama.

Pernikahan usia dini, papar wagub, tingkat kedewasaan pasangan suami istri masih belum matang. Sehingga dapat menimbulkan adanya kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, dan kurangnya pemahaman mengenia stunting.

 “Ternyata stunting itu bukan karena hamil atau melahirkan. Ternyata di (mulai sejak) usia 11 (tahun) hingga remaja, ini juga yang saat ini kita kerjakan. Memberikan edukasi kepada anak perempuan, saat pertama kali mengalami menstruasi, termasuk memberikan tablet tambah darah,” imbuhnya.

Harapan wagub, organisasi Muslimat dan Aisyiyah Jateng, bisa memberikan pemahaman kepada remaja putri melalui forum-forum pengajian. “Besok kita langsung tularkan, sebab ilmu yang bermanfaat itu bisa disampaikan ke orang lain,” tutupnya.