News  

Minyak Goreng Curah Dibagikan, Ganjar Minta Evaluasi Sistem Distribusi

KabarJawa.com — Ratusan pedagang menyerbu saat melihat kedatangan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Pasar Relokasi Weleri Baru, Terminal Bahurekso, Kendal, Senin (11/4) sore. Kebanyakan dari mereka membawa dua hingga empat jeriken.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Ganjar mengingatkan masyarakat untuk menggunakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng dari pemerintah pusat, sesuai peruntukkannya. Ia mengimbau warga tak memakainya untuk yang lain.

Ganjar melalui Dinas Sosial masih memantau keputusan akhir pencairan BLT minyak goreng. Sebab pada berita terkini yang dibacanya, pemerintah pusat masih merapikan data.

“BLT saya belum tahu ya keputusan terakhirnya, tapi kemarin dari pusat (datanya) masih dirapikan. Kami dari Dinsos memantau terus-menerus,” ucapnya.

Ganjar memastikan, jajarannya siap ikut mengawasi pencarian BLT minyak goreng tersebut.

“Yang jelas sih kita siap untuk ikut mengawasi,” ujarnya.
Gubernur berharap masyarakat yang menerima BLT minyak goreng sebesar Rp300 ribu untuk tiga bulan itu, dapat menggunakan bantuan sesuai dengan peruntukkannya.

“Mudah-mudahan nanti begitu turun, karena itu langsung ditransfer ya masyarakat saja yang nanti hati-hati, untuk minyak goreng bukan untuk beli rokok atau pulsa. Gitu saja dari saya,” tandas Ganjar.

Saat ini, Ganjar menyebut stok minyak goreng curah yang terdistribusi di Jateng sebanyak 300 ton, dari total 3.000 ton yang diterima pekan lalu. Rencananya akan datang 3.000 ton lagi pada Selasa (19/4/2022) pekan depan.

Ganjar berharap distribusi itu menjangkau para pedagang di pasar. Ia juga menerima laporan saat ini rata-rata harga minyak di pasar berada pada kisaran Rp17.000- Rp18.000.

“Nah ini kita pertahankan terus, biar nanti penugasan ke PPI Jawa Tengah kalau nggak salah juga ada RNI yang akan masuk ini, bisa makin terdistribusi. Yang kelas menengah ke atas sudahlah biar membeli harga yang kemasan,” ujarnya.