News  

Menerima Penghargaan dari Mendagri di Hari Otoda XXVIII, Pj. Gubernur Adhy: Transformasi Digital dalam Reformasi Birokrasi Jadi Kunci Keberhasilan Jatim

Terima Penghargaan dari Mendagri di Hari Otoda XXVIII, Pj. Gubernur Adhy: Transformasi Digital dalam Reformasi Birokrasi Jadi Kunci Keberhasilan Jatim

KabarJawa.com — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima Piagam Penghargaan Prestasi Pemerintah Daerah di Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28 yang digelar di Taman Surya Balai Kota Surabaya, pada Kamis (25/4/2024).

Pemprov Jatim meraih penghargaan ini berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) 2023 terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Jawa Timur Tahun 2022, dimana Jawa Timur menjadi provinsi dengan skor EPPD tertinggi secara nasional. Dengan skor mencapai 3,6970 atau masuk dalam kategori kinerja tinggi.

Dikutip dari Beritajatim.com, Usai menerima penghargaan langsung dari Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan sinergitas seluruh jajaran Pemprov Jatim, stakeholder terkait, dan masyarakat Jawa Timur.

Hal tersebutlah yang membuat capaian skor EPPD Jatim selalu meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, skor EPPD Jatim Tahun 2023 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, mencapai angka 3,61.

“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kita untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan meningkatkan tata kelola pemerintahan yang harmonis, bersinergi, dan produktif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adhy menjelaskan bahwa salah satu kunci keberhasilan Jawa Timur dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah adalah gerakan menuju transformasi digital di bidang reformasi birokrasi, yang telah dilakukan beberapa tahun belakangan.

“Transformasi digital di bidang reformasi birokrasi telah kita lakukan beberapa tahun ke belakang. Hal ini tidak hanya memudahkan masyarakat, namun juga memungkinkan kita untuk merumuskan kebijakan berbasis data, yang akan berdampak positif bagi masyarakat,” tuturnya.

“Jadi kuncinya adalah memberikan pelayanan publik yang mudah diakses, cepat, dan tepat, serta mengarahkan pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat,” tambahnya.

Keberhasilan transformasi digital yang dilakukan Pemprov Jatim juga tercermin dari peningkatan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Jawa Timur pada tahun 2023, yang meningkat menjadi 3,62 dari 3,30 pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan keseriusan Pemprov Jatim dalam melakukan transformasi digital dalam seluruh aspek pelayanan.

Pj Gubernur Adhy juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jatim untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan publik bagi masyarakat, serta fokus pada pembangunan yang berdampak bagi masyarakat Jawa Timur.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian mendorong berbagai terobosan kebijakan bernilai manfaat, dalam rangka identifikasi dan perencanaan wilayah-wilayah yang berpotensi dikembangkan secara terintegrasi, yang kemudian membentuk aglomerasi kegiatan perekonomian dan terhubung antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Dalam peringatan Hari Otoda kali ini, Kemendagri menyerahkan sejumlah penghargaan. Selain pada Pemprov Jatim yang meraih skor EPPD tertinggi nasional, penghargaan juga diserahkan pada Provinsi Jawa Tengah yang menduduki posisi kedua, diikuti oleh DKI Jakarta, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

Selain itu, terdapat 4 tokoh kepala daerah dari Jawa Timur yang menerima penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden RI Joko Widodo, serta 10 tokoh kepala daerah lainnya yang menerima penghargaan yang sama.