KabarJawa.com — Sebanyak 44 orang anak asuh menerima bantuan pendidikan dari Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LGNOTA) Kabupaten Jepara.
Bantuan tersebut diberikan kepada anak-anak dari Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) dan orang dengan HIV AIDS (ODHA).
Ketua LGNOTA Kabupaten Jepara Yuliati Achmad Junaidi mengatakan, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun, untuk memberikan bantuan pendidikan yang bersifat berkesinambungan.
Setidaknya wajib belajar sembilan tahun, atau bahkan 12 tahun bagi mereka.
Menurutnya, bantuan diserahkan kepada 19 orang anak dari Pertuni dan 25 orang anak ODHA. Mereka terdiri dari siswa SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK. Sedangkan bantuan yang diberikan setiap tahunnya bervariasi, yaitu Rp 350 ribu tingkat SD/MI, dan Rp 350 ribu untuk SMP dan SMA.
“Mereka yang menerima bantuan ini adalah anak usia sekolah yang belum terakomodasi program Kartu Indonesia Pintar dari pemerintah,” kata Yuliati pada penyerahan bantuan tersebut di ruang rapat I Setda Kabupaten Jepara, Sabtu (3/9).
Apresiasi disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta atas kiprah LGNOTA dalam membantu pendidikan anak-anak yang membutuhkan. Menurutnya, tanggung jawab mengelola pendidikan bukan hanya tugas pemerintah dan lembaga pendidikan, tetapi juga masyarakat secara umum. Salah satunya, melalui gerakan orang tua asuh ini.
“Ini langkah nyata program pemerintah bersama LGNOTA membantu kesulitan anak-anak ODHA maupun Pertuni,” ujar Edy.
Disampaikan, pihaknya akan berupaya melakukan terobosan untuk meningkatkan gerakan orang tua asuh, agar kebutuhan anak-anak ini tetap terpenuhi. Edy berharap, mereka akan menjadi anak-anak yang sehat, cerdas untuk masa depan mereka.
“Saya berharap anak-anak putus sekolah dan yang memiliki keterbatasan biaya, bisa tetap mendapatkan hak menempuh. Ke depan akan kita atur lagi,” pungkasnya.