News  

Kota Semarang Segera Tambah SMP pada 2025

Foto: Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu/ Dedy Irawan

KabarJawa.com — Pemerintah Kota Semarang akan menambah tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri pada 2025.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyatakan keprihatinan atas ketidakseimbangan jumlah anak dengan keberadaan sekolah menengah pertama (SMP).

Melihat kondisi tersebut, pihaknya akan menambah tiga SMP negeri di Kota Semarang pada 2025. Proses kajian penambahan SMP baru sedang dibahas, termasuk detail engineering design (DED) yang berkaitan dengan dokumen desain teknis bangunan hingga biaya pengerjaan.

“Ia merasa prihatin jumlah sekolah masih kurang dengan anak-anak kita, kami melakukan kajian dan DED pada 2025 akan membangun tiga SMP,” katanya.

Upaya penambahan SMP baru tersebut akan terus didorong hingga terwujud. Nantinya, sekolah-sekolah baru tersebut akan dibangun di daerah padat penduduk, seperti di wilayah utara, dan timur.

Sekolah-smp tersebut akan disandingkan dengan SMP N 46 Semarang di Banjardowo, Kecamatan Genuk, SMPN 47 Semarang di Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, SMPN 48 Semarang, dan SMPN 49 Semarang di Tlogosari, Kecamatan Pedurungan.

Sementara itu, SMP N 48 Semarang akan dibangun dengan memecah SMPN 20 Semarang. Penambahan tiga SMP negeri tersebut merupakan hasil kajian yang menunjukkan jumlah sekolah belum mencukupi di wilayah tersebut.

“Saya dorong di beberapa tempat akan ada tiga SMP di Kota Semarang, pokoknya kalau anggarannya baru bisa bikin kelas tujuh, baru tahun selanjutnya bisa dibangun untuk bangunan kelas-kelas lain,” jelasnya.

Pihaknya juga mendengar adanya usulan terkait penambahan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kecamatan Mijen, dan Kecamatan Gunungpati. Kini pihaknya sedang berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng).

“SMA/SMK kemarin ada Mijen, yang sekolahnya jauh termasuk di Gunungpati, ini domain provinsi, tetapi ini nanti kalau ada tanahnya Pemkot Semarang akan hibahkan untuk pembangunan,” ujarnya. Dari pada tanahnya nganggur dan dipakai yang tidak-tidak bisa dipakai untuk anak-anak kita semua,” tandasnya.