News  

Kabupaten Sragen-Kota Semarang Juara Umum Pemetaan Daya Saing Daerah

KabarJawa.com — Penghargaan Pemetaan Daya Saing Daerah (PDSD) diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah  ke 14 Kabupaten/Kota terbaik dengan kategori sumber daya manusia, kategori faktor penguat,  ekosistem inovasi dan pasar. 

Selain itu, terdapat tiga kabupaten/ kota yang menerima predikat buku laporan terbaik, yaitu Juara I Kabupaten Karanganyar, Juara II Kabupaten Boyolali, dan Juara III Kota Tegal.

Penghargaan diserahkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, di Grhadhika Bhakti Praja, Senin (19/12). 

Untuk dikategori sumber daya manusia, Juara I Kota Salatiga, Juara II Kota Magelang, dan Juara III Kabupaten Kendal. 

Kategori faktor penguat, Juara I diraih Kabupaten Batang, Juara II Kabupaten Pekalongan, dan Juara III Kabupaten Semarang.

Dan yang terakhir kategori ekosistem inovasi, Kabupaten Temanggung mendapat peringkat pertama. Juara II Kabupaten Wonogiri dan Juara III Kabupaten Magelang. lalu kategori pasar, Juara I Kota Surakarta, Juara II Kabupaten Sukoharjo, dan Juara III Kabupaten Rembang.

Untuk Juara Umum PDSD, Kabupaten Sragen dinobatkan pada kategori kabupaten, dan Kota Semarang dinobatkan untuk kategori kota.

Ucapan selamat dari Wakil Gubernur Taj Yasin kepada daerah yang berhasil meraih penghargaan PDSD. Penghargaan yang diterima diharapkan bisa semakin memotivasi untuk membenahi semua sektor, yang berdampak positif pada meningkatnya daya saing daerah.

“Hasil dari penilaian PDSD itu bukan hanya menempatkan daerah mana saja yang memiliki daya saing tinggi, namun juga bermanfaat untuk penyusunan RPJMD wilayah,” tuturnya.

Menurut Gus Yasin, sapaan wagub, kemampuan daya saing suatu daerah, menjadi salah satu parameter dalam konsep pembangunan daerah berkelanjutan. 

Semakin tinggi tingkat daya saing suatu daerah, diharapkan akan semakin mempercepat kemampuan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Yopi,  mengapresiasi Pemprov Jateng yang menjadi provinsi pertama dalam membentuk Badan Riset Inovasi Daerah (Brida).  

Menurutnya, Jateng menjadi provinsi yang paling aktif melakukan koordinasi di level pemerintah Kabupaten/Kotanya.

“Ini adalah salah satu bukti, di mana pengukuran indeks daya saing itu dikontrol atau dikoordinasi pemprov. Ini adalah suatu hal yang luar biasa. Mengapa? Banyak sekali pemerintah daerah yang belum melakukan proses pengukuran indeks daya saing ini,” ungkapnya.

Ditambahkan Yopi, pihaknya kini juga tengah membahas penguatan indikator yang disesuaikan dengan kondisi Provinsi Jateng. 

Sehingga, pemetaan daya saing ini nantinya menjadi kekhasan Provinsi Jateng, dan bisa direplikasi oleh daerah-daerah lain di Indonesia.