News  

Inflasi di Jateng Bulan Maret 2023 Capai 0,19 Persen

KabarJawa.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat enam kota di Jawa Tengah pada bulan Maret 2023 mengalami  inflasi sebesar 0,19 Persen. Adapun Indeks Harga Konsumen (IHK) Jateng mencapai 114,25.

“(Inflasi) sedikit lebih tinggi dibandingkan angka nasional 0,18 persen. Tapi nilai inflasi ini relatif tidak teralu signifikan karena nilainya jauh di bawah 1 persen,” kata   Kepala BPS Jateng, Adhi Wiriana dalam konferensi pers daring, Senin, 3 April 2023

Ia mengatakan untuk inflasi yar on year atau dari tahun ke tahun (yoy) mencapai 5,22 persen. Adapun untuk inflasi tertinggi pada bulan Maret 2023 terjadi di Kabupaten Kudus mencapai 0,25 persen. Sebaliknya deflasi atau penurunan harga pada bulan Maret 2023 hanya terjadi di Kota Tegal mencapai 0,03 persen.

Namun, apabila diamati dari inflasi tahun ke tahun, Kota Surakarta menjadi yang terbesar mencapai 6,37 persen. Di sisi lain, inflasi tahun ke tahun terendah terjadi di Kota Semarang yang mencapai 4,81 persen. 

“Inflasi saat ini relatif lebih kecil dibandingkan bulan Februari 0,29 karena disebabkan beberapa daerah memang sudah mengalami panen raya untuk padi sehingga relatif inflasi kita terjaga,” katanya

Ia mengatakan lima komoditas penyumbang inflasi terbesar di Jateng berasal dari angkutan udara sebesar 0,0643 persen, bensin sebesar 0,0479 persen, lalu telur ayam ras sebesar 0,0374 persen. Kemudian untuk bawang putih menyumbang andil inflas sebesar 0,0289 persen dan terakhir rokok kretek filter menyumbang andil inflasi sebesar 0,0277 persen.

Sebaliknya lima komoditas penyumbang deflasi terbesar di Jateng berasal dari bawang merah sebesar 0,0548 persen, kemudian cabai merah sebesar 0,0390 persen, lalu produk beras sebesar 0,0199 persen. Selanjutnya pada produk minyak goreng sebesar 0,0134 persen dan terakhir untuk tarif kereta api menyumbang deflasi sebesar 0,0096 persen. 

Inflasi Bulan Maret di Kota Semarang Capai 0,20 persen.

Adhi menjelaskan untuk inflasi di Kota Semarang pada bulan Maret 2023 mencapai 0,20 persen. Adapun untuk Inflasi dari tahun ke tahun sebesar 113,66.
“(Inflasi) relatif di Semarang (juga terjadi di Ibukota Provinsi lainnya)  terjadi inflasi di DKI Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta, sementara Kota Bandung dan Kota Serang terjadi deflasi,” katanya

BPS mencatat komoditas penyumbang inflasi terbesar di Kota Semarang yakni Angkutan Udara sebesar 0,09 persen, disusul dengan bensin sebesar 0,04 persen.

Sebaliknya komoditas penyumbang deflasi terbesar di Kota Semarang berasal dari Bawang Merah sebesar 0,06 persen dan Cabai Merah sebesar 0,04 persen.

 

Liputan: Ulil Albab