News  

Gubernur Jateng Serahkan Santunan Warga Terdampak Reaktivasi Jalur KA

KabarJawa.com — Warga terdampak penanganan dampak sosial kemasyarakatan dalam rangka penyediaan tanah untuk reaktivasi jalur kereta api Stasiun Semarang Tawang-Pelabuhan Tanjung Mas Kota Semarang, menerima santunan hingga Rp 2 miliar.

“Alahmdulliah hasil hasil gantinya sangat membantu sekali. Kami tidak lupa berterima kasih dengan pak Ganjar (Gubernur Jateng Ganjar Pranowo),” ucap Karina Putri Retno Rimbaningtyas, warga Jalan Armada 2 RT 6 RW 10 Tanjung Mas, Semarang penerima santunan, Selasa (17/5).

Menurutnya, uang itu akan di manfaatkan untuk membangun rumah dan mendirikan wirausaha. Sebab, itu untuk mengganti bangunannya yang kena dampak, yaitu berupa rumah dua lantai, usaha kos, kantor dan gudang, dengan tanah seluas 700 meter persegi.

“Usahanya kos-kosan (semula). Ada kantor dan gudang itu untuk perkantoran kita sendiri, dan gudang kita sewakan,” pungkasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan dengan adanya pemberian santunan dampak sosial kemasyarakatan penyediaan tanah ini, berarti proses reaktivasi jalur Kereta Api Stasiun Semarang Tawang-Pelabuhan Tanjung Mas, bisa dilakukan.

“Proses panjang ini, bagian dari dinamika, negosiasi. Dulu, ada yang kencang bangat enggak mau sampai gugat-gugat. Kita jelaskan. Sebenarnya ini tanahnya milik pemerintah. Kita pemerintah, negara, tidak mau ngono-ngono tok, ayo minggir, enggak,” bebernya.

Menurutnya, pemerintah serius menghargai masyarakat yang sudah lama menempati wilayah terdampak reaktivasi jalur kereta api Stasiun Tawang-Pelabuhan Tanjung Mas. Selanjutnya, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan, akan membangun reaktivasi jalur kereta api dan akan beroperasi pada 2023 nanti.

Diketahui, jalur kereta api memang sudah ada, namun dipakai masyarakat. Oleh karena itu, reaktivasi jalur kereta api akan dilakukan.

Dalam acara itu, Ganjar memberikan santunan secara simbolis atas nama Hartadi dan Diana Sukorina berupa bangunan madrasah nominalnya Rp 584.891.916, Meilindawati Rp 702.147.839, Ilham Sentoso Rp 1.252.784.560, Supardjo dan Lasmi berupa musala Rp 426.536.619, dan Retno Rimbaningtyas Rp 2.022.814.811.

Sementara, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jateng Arief Djatmiko melalui Kepala Bidang Pertanahan Endro Hudiyono menjelaskan, penerima santunan sejumlah 57 orang dengan 67 bangunan.

“Besaran nilai santunan Rp 15.842.844.818. Nilai itu telah ditransfer dari rekening BTP Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah ke seluruh rekening pihak penerima,” jelasnya.

Penerima santunan terendah bangunan nomor 50 dengan luas bangunan 4,4 meter persegi atas nama Sutiyem nominal Rp 4.806.968. Sedangkan penerima santunan tertinggi bangunan nomor 51,52,53 atas nama Retno Rimbaningtyas Rp 2.022.814.811.