News  

Camat di Blora Dicopot dari Jabatannya Akibat Tidak Netral

Camat Sambong (tiga dari kiri) saat Sambutan di acara Pelantikan dan Pembekalan Pengawas TPS.

KabarJawa.com — Sukiran, seorang Camat di Kecamatan Sambong, Blora, Jawa Tengah, telah dipecat dari jabatannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) karena terbukti tidak netral dalam Pemilu Presiden 2024 yang lalu.

Sebuah video yang menampilkan Sukiran sedang berkampanye saat pelantikan dan pembekalan Pengawas TPS menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Dalam video tersebut, Sukiran, selaku Camat, memberikan sambutan sebelum pelantikan dengan mengatakan, “calon Presiden ada 3, itu gampang. Nomor 1 dibuka, nomor dua dicoblos dan nomor 3 ditutup.”

Dikutip dari Beritajateng.tv, Rekaman video tersebut menjadi bukti yang memperlihatkan pelanggaran terhadap ketidaknetralan seorang ASN dalam konteks Pemilu. Dugaan pelanggaran ini kemudian dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blora.

Bawaslu melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan barang bukti rekaman tersebut. Setelah itu, kasus tersebut direkomendasikan kepada Komisi ASN. Hasilnya, Camat Sambong tersebut mendapatkan sanksi hukuman berat dari Komisi ASN.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Blora, Heru Eko Wiyono, mengonfirmasi bahwa kasus ini telah ditangani oleh Tim Penyelesaian Kasus Kepegawaian (TPKK) Kabupaten Blora.

Sukiran harus bertanggung jawab atas tiga konsekuensi akibat ketidaknetralannya sebagai seorang ASN dan Camat. Pertama, ia harus melepaskan jabatannya sebagai Camat dengan tidak hormat, yang berarti dicopot dari jabatannya. Kedua, jabatannya akan turun setingkat lebih rendah selama 12 bulan. Terakhir, ia akan diberhentikan dari jabatannya sebagai pelaksana selama satu tahun.