News  

Bupati Sragen Sampaikan Tiga Program Prioritas pada Musrenbangwil Subosukowonosraten

KabarJawa.com — Kabupaten Sragen menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) se-Subosukowonosraten. Musrenbang ini diikuti sejumlah daerah, di antaranya Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten, dihelat di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen, Senin (13/3).

Tema Musrenbangwil tahun ini Peningkatan Perekenomian Yang Berdaya Saing Merata Yang di Dukung oleh Sumber Daya yang Berkualitas, dan didukung oleh seluruh pejabat Provinsi Jawa Tengah dari Gubernur hingga pimpinan daerah.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan, saat ini Kabupaten Sragen menghadapi kesulitan pasca musibah banjir pada 2-4 Maret 2023. Banjir tersebut menggenangi 866 hektare sawah, mengakibatkan 134 hektare lahan sawah mengalami penurunan kualitas gabah dan dua hektare lahan mengalami puso (satu hektare lahan bawang merah dan satu hektare cabai).

“Sragen sebagai penyangga padi di Jawa Tengah dengan kualitas gabah padi yang menurun tentu akan menurunkan produktivitas Kabupaten Sragen. Alhamdullilah banjir tidak berlama-lama dan saat ini cuaca sudah mulai membaik,” ungkapnya.

Yuni juga melaporkan kondisi beberapa jalan rusak parah di Kabupaten Sragen yaitu ruas jalan Gemolong-Geyer, ruas jalan Kaliyoso-Gemolong, ruas jalan Galeh-Ngrampal (wilayah Ngrombo, Tangen).

Pada kesempatan itu, Yuni menyampaikan tiga usulan Prioritas Kabupaten Sragen, yang pertama rekonstruksi jalan Letjen Sutoyo karena banyak truk yang beralih menggunakan jalan tersebut, disebabkan jalan lingkar utara sedang diperbaiki pemerintah pusat. Yuni memprediksi, pada akhir tahun jalan tersebut akan rusak.

Usulan kedua adalah rekonstruksi jalan Ngarum – Blimbing yang termasuk jalan poros menuju ke Karanganyar.

Adapun usulan ketiga, adalah Pembangunan jembatan Gilirejo Baru – Gilirejo Lama Jembatan tersebut akan membuka akses warga terisolir di Gilirejo Lama yang selama ini harus memutar melalui Boyolali untuk menuju Sragen.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan Provinsi Jawa Tengah saat ini mendapatkan bantuan sebesar Rp1,1 triliun dari Pemerintah Pusat untuk membenahi infrastruktur jalan.

Ia menjabarkan beberapa bantuan pemerintah pusat melalui DAK untuk dua paket kegiatan yaitu resevasi ruas jalan (Sragen) di Galeh – Ngrampal sebesar Rp9,9 miliar dengan nilai kontrak Rp9 miliar. Reservasi jalan (Rembang) Lasem – Sale Rp17 miliar dengan nilai kontrak Rp16 miliar. Alokasi melalui Inpres Infrastruktur paket ruas jalan (Surakarta) Gemolong – Geyer Rp108,5 miliar dengan nilai kontrak Rp97 miliar, Ruas jalan (Semarang) Godong – Purwodadi Rp88 miliar dengan nilai kontrak Rp86,8 miliar.

“Tahun ini kami sudah komunikasikan dengan Presiden dan Menteri PUPR, mungkin ada bagian yang harus diselesaikan oleh pusat, dan bantuan oleh pusat ke daerah terkhusus daerah Pantura dan sekitar Solo Raya yang parah di sini. Maka tadi kami ke Gemolong yang ruas-ruasnya sudah mulai dikerjakan, dan yang belum dikerjakan saya minta untuk ditambal dulu. Keselamatan rakyat betul-betul bisa dijaga,” ungkapnya.