News  

BESTI JABAR, Media Edukasi Masyarakat di Bidang Kesehatan

KabarJawa.com — Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan Ikatan Dokter Indonesia Jabar merilis kanal podcast bertajuk BESTI JABAR yang merupakan media edukasi untuk masyarakat terkait masalah kesehatan. 

Staf Ahli Gubernur Jawa Barat  Bidang Kemasyarakatan dan SDM Siska Gerfianti mengatakan, bahwa Pemdaprov Jabar sangat mendukung program podcast ini yang diinisasi oleh IDI Jabar. 

Menurut Siska, podcast BESTI Jabar dapat memberikan informasi mengenai kesehatan kepada masyarakat serta edukasi terkait banyaknya berita hoaks seputar kesehatan.

 “Banyak sekali hoaks di bidang kesehatan yang memang harus kita luruskan. Ini biasanya beredar dari broadcast satu grup WA (WhatsApp) ke grup WA lain. Tentu saja ini juga kita cermati bersama Jabar Saber Hoaks (JSH),” ucap Siska dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) Volume 114 di Menara Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (17/03). 

Siska menyampaikan, narasumber dalam podcast BESTI JABAR dipilih dari kalangan ahli di bidangnya masing-masing. 

“Ini tentu saja mengurangi beban Pemdaprov Jabar, di mana urusan edukasi kesehatan bisa dikelola oleh IDI Jabar. Ini berarti Pentahelix kita berjalan dengan baik antara akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media,” ucapnya. 

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan Pemdaprov Jabar memberikan usulan kepada IDI Jabar terkait tema yang bisa dibahas dalam program podcast ini. 

“Nanti kita lihat trending topic yang sedang beredar yang harus disikapi dengan serius seperti stunting, mental health, HIV/AIDS, TBC, jantung, dan lainnya,” ujarnya. 

Ketua IDI Jabar Eka Mulyana mengatakan, BESTI JABAR adalah salah satu media edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait kesehatan.

Selain itu, BESTI JABAR juga dapat menjadi acuan untuk menjaga kesehatan, termasuk didalamnya menyaring tentang berita hoaks agar masyarakat tidak mendapatkan informasi yang salah seputar kesehatan.

 “Kita sekarang di era digital, media sosial, dan internet banyak sekali informasi hoaks yang harus diluruskan melalui BESTI JABAR dengan dokter-dokter di bidangnya. Insyaallah akan lebih mencerdaskan masyarakat terhadap berita-berita yang beredar,” ungkap Eka.