News  

Batik Ciprat Perdamaian yang “Go Digital”

Kabarjawa.com — Batik Ciprat Perdamaian atau teknik ciprat dalam membatik yang diproduksi oleh ibu-ibu di Desa Srumbung Gunung, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Mereka tergabung dalam kelompok Batik Sekar Langit, yang awal mulanya didirikan oleh 9 orang ibu-ibu di dusun Poncoruso, Desa Srumbung Gunung. 

Desa Srumbung Gunung sselama ini dikenal sebagai Desa Wisata Kreatif Perdamaian, yang memiliki berbagai produk dan layanan, mulai dari produksi jamu, jajanan lokal, pelatihan sampai layanan home stay. Kelompok Batik Sekar Langit ini adalah satu kelompok di Desa Srumbung Gunung yang fokus pada produksi batik. 

Disebut desa perdamaian atau kemudian menjadi batik ciprat perdamaian, karena di desa Srumbung Gunung ini tinggal bersama warga bermacam latar belakang agama dan selama ini hidup rukun dan merawat budaya lokal. Ada satu kegiatan rutin yaitu festival jajanan lokal yang digelar setahun sekali pada pertengahan tahun. Meskipun pada tahun 2020 dan 2021 ini festival tidak diselenggarakan karena pandemi Covid-19. Lewat festival jajanan lokal ini, menunjukkan kerukunan warga dan semangat merawat budaya setempat.  

 “Awal mula kelompok Sekar Langit ini dimulai oleh saya, karena pernah belajar teknik ciprat ini. Lalu kemudian saya mengajari ibu-ibu yang lain,” cerita Erytrina Sulistyorini atau biasa dipanggil Rini. 

Teknik ciprat ini pertama-tama kain atau kaos diberi motif dengan malam (bahan membatik) dengan menggunakan kuas menghasilkan cipratan pada kain. Ini seperti melukis abstrak, sangat tergantung dengan rasa dan ekspresi si pembatik. Oleh karena itu kelebihan batik ciprat ini, motifnya tidak selalu sama, unik pada setiap produknya. 

Setelah diberi motif ciprat, kain atau kaos lalu dipilin atau dikenal teknik pijat sampai merata di semua permukaan. Langkah selanjutnya adalah direndam dalam air pewarna sesuai kreativitas pembatik. Proses mewarnai selesai, maka tahap akhir adalah dikeringkan atau diangin-anginkan selama satu hari. Kelebihan lain teknik batik ciprat ini tidak selalu membutuhkan pengeringan di sinar matahari langsung, sehingga ketika cuaca mendung atau hujan, proses produksi dapat jalan terus.

Kelompok Batik Sekar Langit ini selain menggunakan teknik ciprat, saat ini sedang mengembangkan produk dengan teknik shibori. Teknik dikenal dengan cara mengikat kain dengan pola-pola tertentu dan kemudian diwarnai. Setelah selesai diwarnai, ikatan dilepas sehingga kain mempunyai motif sesuai pola ikatan tadi. 

Produksi Batik Sekar Langit menjadi salah satu souvenir bagi tamu-tamu yang berkunjung ke Desa Wisata Kreatif Perdamaian Srumbung Gunung. Mereka yang homestay atau mengikuti pelatihan tentang kerukunan warga, biasanya kemudian membeli cindera mata Batik Ciprat Perdamaian ini.

Selain mengandalkan sebagai cindera mata, Kelompok Sekar Langit juga menerima orderan partai besar ataupun eceran. Produknya pun berkembang, tidak hanya kain dan kaos, tetapi juga pashima dan kerudung bagi perempuan. 

“Kami juga menerima pesanan lewat online, yaitu Instagram kami @batik.sekarlangit, “ujar Rini yang menegaskan kelompoknya adalah ibu-ibu desa yang  juga “melek” digital.

Batik Ciprat Perdamaian selain dapat dikontak lewat Instagram @batik.sekarlangit , juga bisa dihubungi lewat telepon/whatsapp di 087832652191/085641166297